Uncategorized

Laporan Khusus: Gema Syiar Tarhib Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Vila Inti Persada

Pendahuluan: Menjemput Keberkahan di Ambang Ramadhan

Minggu pagi, 8 Februari 2026, udara di kawasan Vila Inti Persada terasa lebih sejuk dari biasanya. Kalender hijriah menunjukkan tanggal 20 Sya’ban 1447 H, sebuah pertanda bahwa bulan suci Ramadhan hanya tinggal menghitung hari. Masjid Raya Vila Inti Persada, yang menjadi jantung aktivitas religius warga, hari itu tampak bersolek. Umbul-umbul dan spanduk selamat datang terpasang rapi, menyambut kehadiran warga yang mulai berbondong-bondong datang sejak fajar menyingsing.

Pukul 08.00 WIB: Harmoni Marawis Cilik

Tepat pukul delapan pagi, acara dibuka dengan dentuman rebana yang ritmis. Penampilan grup marawis anak-anak Masjid Raya Vila Inti Persada menjadi magnet utama. Dengan seragam yang rapi dan wajah-wajah ceria, mereka melantunkan selawat dan lagu-lagu pujian. Penampilan ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol regenerasi syiar Islam di lingkungan perumahan, di mana anak-anak diajarkan untuk mencintai masjid sejak dini.

Pesan Persatuan dari Ketua Takmir

Bapak Akrom Abdullah, selaku Ketua Takmir, naik ke mimbar untuk membuka acara secara resmi. Dalam pidatonya yang hangat, beliau menitikberatkan pada aspek psikologis dan sosial dalam menyambut puasa.

“Kegembiraan adalah kunci,” tegas beliau. Beliau mengajak seluruh warga untuk membuang jauh-jauh rasa berat atau beban dalam menghadapi Ramadhan, dan justru menggantinya dengan semangat tasyakur. Menurutnya, Tarhib ini adalah wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga (ukhuwah islamiyah) sebelum semuanya fokus beribadah di rumah masing-masing maupun di masjid secara lebih intensif.

Sesi Edukasi Kreatif: Dongeng Kak Idan

Memasuki acara inti, suasana masjid berubah menjadi panggung imajinasi. Kak Idan, pendongeng yang sudah dikenal piawai membawa suasana, hadir di tengah-tengah jamaah anak-anak. Melalui media boneka dan intonasi suara yang berubah-ubah, Kak Idan menyampaikan pesan moral tentang kemuliaan bulan Ramadhan, keajaiban malam Lailatul Qadar, dan pentingnya berbagi kepada sesama.

Metode dongeng dipilih agar pesan-pesan agama dapat diserap oleh anak-anak dengan cara yang menyenangkan tanpa terasa menggurui. Para orang tua yang hadir pun tampak menikmati, sesekali tertawa melihat reaksi spontan anak-anak mereka saat berinteraksi dengan Kak Idan.

Penutup dan Harapan

Acara berakhir pada pukul 10.00 WIB dengan doa bersama. Meski berlangsung singkat, yakni hanya dua jam, kesan yang ditinggalkan sangat mendalam. Warga pulang dengan senyum terkembang, membawa bekal semangat untuk menyongsong 1 Ramadhan 1447 H dengan hati yang bersih dan penuh suka cita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *