Khutbah Jumat: Empat Hal untuk Menyempurnakan Amal

TANGERANG SELATAN – Dr. H. Ahmad Badruddin, M.A., menyampaikan khutbah Jumat hari ini, 19 September 2025, di Masjid Raya Vila Inti Persada. Beliau mengutip pandangan sahabat Nabi, Abu Bakar ash-Shiddiq, mengenai empat hal yang dapat menyempurnakan amal ibadah seorang Muslim.
Sempurnanya Salat dengan Sujud Sahwi
Dr. Ahmad Badruddin menjelaskan bahwa salat, yang merupakan ibadah rutin, dapat menjadi tidak sempurna karena lupa pada rukun atau jumlah rakaat. Dalam kondisi ini, salat tidak batal, tetapi dapat disempurnakan dengan melakukan sujud sahwi. Beliau mengutip hadis Rasulullah saw.
“Ketika salah seorang di antara kamu ragu, tidak tahu sudah berapa rakaat ia salat, 3 atau 4 rakaat? Maka hendaknya ia membuang keraguannya dan mengambil yang yakin… kemudian ia sujud 2 kali sebelum salam”.
Beliau menambahkan bahwa setan akan tertawa gembira saat seseorang lupa dalam salat, namun ketika orang tersebut melakukan sujud sahwi, setan akan kecewa karena usahanya merusak amal ibadah tersebut menjadi sia-sia.
Sempurnanya Puasa dengan Zakat Fitrah
Penyempurnaan puasa Ramadan adalah dengan menunaikan zakat fitrah. Beliau menjelaskan bahwa saat berpuasa, seseorang merasakan lapar dan haus yang akan hilang saat berbuka. Namun, orang-orang fakir merasakan penderitaan tersebut setiap saat. Oleh karena itu, pahala puasa baru akan utuh manakala seorang Muslim memiliki kepedulian untuk membantu sesama, yang salah satunya dibuktikan dengan membayar zakat fitrah.
Zakat fitrah berfungsi sebagai pensuci bagi orang yang berpuasa dan juga sebagai bantuan makanan bagi kaum miskin.
Sempurnanya Haji dengan Membayar Fidyah
Ibadah haji dapat disempurnakan dengan membayar fidyah. Fidyah adalah tebusan yang diberikan jika seseorang tidak dapat menyempurnakan manasik haji karena alasan tertentu. Pentingnya manasik (ilmu dan praktik haji) sangat ditekankan agar ibadah haji dapat dilaksanakan dengan sempurna dan tidak melanggar larangan ihram.
Beliau mengutip Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 196 yang menyatakan bahwa jika seseorang sakit atau mengalami gangguan di kepala saat ihram lalu ia mencukur rambutnya, ia wajib membayar fidyah dengan berpuasa, bersedekah, atau berkurban.
Sempurnanya Iman dengan Jihad
Terakhir, Dr. Badruddin menyampaikan bahwa iman seorang Muslim disempurnakan dengan jihad. Jihad diartikan sebagai perjuangan mengerahkan segala kemampuan untuk menolong agama Allah dan membela hak-hak kaum Muslimin. Beliau menegaskan bahwa jihad memiliki beragam bentuk, tidak hanya terbatas pada angkat senjata.”Mengeluarkan harta untuk membantu mujahidin dan keluarganya juga termasuk jihad. Mengerahkan tenaga, mencurahkan ilmu, dan pemikiran demi kemajuan Islam dan kaum muslimin juga merupakan bagian dari jihad,” jelasnya.
Beliau mengakhiri khutbah dengan harapan agar setiap amal yang dilakukan dapat disempurnakan sehingga seorang hamba dapat meraih ridha dan ampunan Allah.
