MIMBAR JUMAT: MEMBERI MAKANAN BERBUKA UNTUK ORANG YANG BERPUASA

Prof. Dr. Khamami Zada (sumber: Kompas.com)

الحمد لله الذي ارسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره

على الدين كله، اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ اَللّٰهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah.

Kita tengah berada di bulan Ramadhan, bulan yang disucikan Allah. Dimana bulan ini adalah waktu untuk meningkatkan ibadah, baik ibadah mahdhah, maupun ibadah sosial.

Di antara ibadah yang dianjurkan di bulan suci Ramadhan adalah memberi makanan berbuka untuk orang yang berpuasa. Ibadah ini memiliki keutamaan tersendiri. Sebagaimana termaktub dalam hadis berikut ini.

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

وعَنْ أُمِّ عُمَارَةَ الأَنْصَارِيَّةِ رَضِيَ اللُه عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلََيْهَا، فَقَدَّمَتْ إِِلَيْهِ طََعَاماً، فَقَالَ : كُلِي . فََقَالََتْ : إِِنِّيْ صَائِمَةٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِِنَّ الصَّائِمَ تُصَلِّي عَلَيْهِ المَلَائِكَةُ إِِذَا أُكِلَ عِنْدَهُ حَتَّى يَفْرَغُوا وَرُبَّمَا قََالَ : حَتَّى يَشْبَعُوا
رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ

Dari Ummu Umarah al-Anshariyah ra. bahwa Nabi saw. masuk di tempatnya, lalu ia menghidangkan sesuatu makanan kepada beliau saw., kemudian beliau bersabda: Makanlah! Ummu Umarah berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa. Rasulullah saw. bersabda:

Sesungguhnya orang yang berpuasa didoakan oleh para malaikat, apabila ada orang yang makan di tempatnya sampai mereka selesai makan. Atau beliau saw. bersabda: Sampai orang itu kenyang.

(HR al-Tirmizi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan)

وعَنْ أََنَسٍ رَضِيَ اللُه عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ إِِلَى سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ رَضِيَ اللُه عَنْهُ، فَجَاءَ بِخُبْزٍ وَزَيْتٍ، فَأَكَلَ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

أَفْطََرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طََعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ المَلَائِكَةُ .

رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ بإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ

Dari Anas ra. bahwa Nabi saw. datang kepada Sa’ad Ibn Ubadah ra. lalu Sa’ad menyuguhkan roti dan minyak, kemudian Beliau saw. makan. Setelah selesai Beliau saw. mengucapkan doa – yang artinya:

Semoga kalian mendapat pahala orang-orang yang berpuasa, dan semoga orang-orang yang baik makan makananmu, dan semoga para malaikat mendoakan kalian.

(HR Abu Daud dengan sanad yang sahih)

Dengan keterangan hadis di atas, sudah sepantasnya kita berusaha untuk memberi makan berbuka walau hanya sehari saja. Jangan merasa rugi memberi makan untuk berbuka puasa.

بارك الله لي ولكم في القرءان الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الايات الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انّه هو السميع العليماقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين واستغفروه انّه هو الغفور الرحيم

Khotib: Dr. Khamami Zada, MA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.