Anda di sini: Hal Depan

Kalender Kegiatan

November 2017
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Waktu Sholat

[ Tukar Kawasan ]
Tutup

Login Form



Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini999
mod_vvisit_counterKemarin1055
mod_vvisit_counterMinggu Ini999
mod_vvisit_counterMinggu Lalu5516
mod_vvisit_counterBulan Ini17870
mod_vvisit_counterBulan Lalu27052
mod_vvisit_counterTotal1137885

Online (20 menit lalu): 50
IP Anda: 54.145.124.143
,
2017-11-20 22:40
Assalaamualaikum Wr.Wb
Kisah Islamnya Syeikh Yusuf Estes PDF Print E-mail
Written by Gun Aslah   
Thursday, 09 July 2009 20:37

Awalnya ia bekerja sebagai musisi di gereja sekaligus penginjil. Namun kini, ia berkeliling dunia dan telah banyak mengislamkan orang

Dr. Yusuf Estes lahir tahun 1944 di Ohio, AS. Tahun 1962 hingga 1990 ia bekerja sebagai musisi di gereja, penginjil sekaligus mengelola bisnis alat musik piano dan organ. Awal 1991 ia terlibat bisnis dengan seorang pengusaha Muslim asal Mesir bernama Muhammad Abd Rahim. Awalnya ia bermaksud meng-Kristenkan pria Mesir itu. Namun akhirnya ia justru memeluk Islam diikuti oleh istri, anak-anak, ayah serta mertuanya. Ia menguasai bahasa Arab secara aktif, demikian juga ilmu Al-Quran selepas belajar di Mesir, Maroko dan Turki. Sejak 2006, Yusuf Estes secara regular tampil di PeaceTV, Huda TV, demikian pula IslamChannel yang bermarkas di Inggris. Ia juga muncul dalam serial televisi Islam untuk anak-anak bertajuk “Qasas Ul Anbiya” yang bercerita tentang kisah-kisah para Nabi.

Last Updated on Tuesday, 21 July 2009 17:48
Read more...
 
Islamophobia Guncang Jerman PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 10 July 2009 06:33

Laporan dari Berlin Islamophobia Guncang Jerman Fitraya Ramadhanny - detikNews (Islam.de) Berlin - Sebuah kasus Islamophobia mengguncang Jerman. Seorang wanita muslim ditikam hingga tewas di dalam ruang pengadilan Dresden. Tragedi ini menyulut berbagai protes. Tragedi pada 1 Juli 2009 itu begitu tragis. Marwa El Sherbini (32) dan suaminya sedang menggugat Alexander W (28) di Pengadilan Dresden atas penghinaan yang bersifat rasis. Saat Marwa selesai membaca pembelaan diri, Alexander langsung kalap dan tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau.

Last Updated on Friday, 10 July 2009 07:44
Read more...
 
« StartPrev212223242526NextEnd »

Page 26 of 26